Sejarah IbcA

SEJARAH  BERDIRINYA IbcA

 

Industri barecore menjadi industri primadona 10 tahun belakangan ini, modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, prosesnya simpel, cepat serta keuntungan yang cukup menggiurkan menjadi daya tarik industri barecore. Melihat potensi tersebut akhirnya banyak pihak berbondong-bondong mendirikan perusahaan barecore. Dari data yang terkumpul terdapat +/- 200 perusahaan barecore yang berada di Indonesia, dengan kapasitas lebih dari 4000 container per bulan. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai permasalahan, usaha sangat dipengaruhi demand dan supply. Pasar barecore hampir 95 % diekspor ke negara China, sedang kebutuhan negara China kurang dari 4000 container per bulan, sehingga terjadi over supply. Harga menjadi tidak terkontrol.

Awal tahun 2015 menjadi tahun yang berat bagi industri barecore, dengan banyaknya industri yang muncul bahan baku menjadi sulit. Karena over supply harga turun drastis. Bahkan hingga menyentuh USD 235 per meter kubik yang pada awalnya barecore bisa bernilai lebih dari USD 300 per meter kubik. Hal ini menyebabkan industri barecore menjadi lesu & mati suri.

Untuk itu dibentuklah sebuah asosiasi untuk menjembatani berbagai permasalahan yang muncul seputar industri barecore dengan lahirnya IbcA “Indonesian Bare Core Assosiation” (Asosiasi pengusaha barecore seluruh Indonesia) yang dideklarasi pada tanggal 5 Mei 2015. Inisiator Asosiasi ini adalah Ir. Hari Mulyono. Gagasan ini muncul seiring dengan perkembangan industri barecore yang sangat pesat dari tahun ke tahun, sehingga perlu adanya wadah asosiasi untuk memecahkan masalah internal dan eksternal, peningkatan teknik, peningkatan SDM, ketersediaan bahan baku, serta ikut peduli selalu menjaga lingkungan.

Deklarasi Indonesian Bare Core Assosiasion dihadiri oleh pengusaha barecore seluruh Indonesia dan diresmikan oleh Sekjen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ing. Ir. Hadi Daryanto, D.E.A. Deklarasi ini merupakan tonggak bersejarah industri barecore Indonesia dengan berdirinya IbcA (Indonesian Bare Core Assosiasion) yang mengusung slogan “kerja!kerja!kerja!”. IbcA menjadi spirit baru di industri barecore Indonesia sehingga dapat memajukan dunia usaha barecore dan memperkuat perdagangan dan perekonomian industri kayu Indonesia di mata dunia yang memiliki kualitas tinggi, daya saing, dan daya jual tinggi.

Industri barecore Indonesia saat ini turut menyumbang devisa negara serta berperan aktif dalam peningkatan perekonomian Indonesia, tidak kurang dari $450 juta devisa negara dihasilkan oleh industri ini. Dengan potensi yang luar biasa ini diperlukan wadah sebagai tempat diskusi serta jembatan dalam pengembangan industri barecore tanah air.

Tujuan dari terbentuknya asosiasi ini adalah :

  1. Turut serta dalam pembangunan ekonomi negara
  2. Mendorong anggota untuk meningkatkan pengolahan dengan memperhatikan kelestarian hutan
  3. Mendorong anggota untuk meningkatkan perdagangan hasil produksi dengan memberikan data dan informasi sehingga tidak dipermainkan para tengkulak dan importir luar negeri.
  4. Mendorong penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia/Asean) salah satu bidang yang rentan terhadap masuknya tenaga kerja asing dalam bidang perkayuan.
  5. Bersama menyikapi aturan pemerintah yang tidak atau kurang mendukung industri perkayuan terutama barecore.
  6. Mendorong dan menjaga agar produksi kita tidak over supply sehingga akan terjadi penurunan harga yang tidak diinginkan.
  7. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara tujuan ekspor barecore, sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan.
Translate »