Penanaman Sengon

PEMBUATAN BIBIT SENGON

1

1. Pembuatan bibit dilakukan sebelum musim hujan tiba
2. Persemaian dibuat didekat lokasi tanam
3. Bibit dari benih yang bersertifikat dan kualitas baik
4. Jumlah bibit disesuaikan dengan rencana tanam dan kapasitas

Proses Pembuatan Bibit :
• Menyediakan media tanam/polybag
• Penaburan benih
• Penyapihan
• Perawatam
• Bibit siap ditanam
• Pengiriman ke lokasi tanam

PENENTUAN JARAK TANAM

Picture3

-Jarak tanam ditentukan sesuai dengan hasil survei lahan
-Untuk lahan datar dan monokultur jarak tanam ideal adalah 2,5 m x 2,5 m = 1.600 bibit/ha
-Lahan tumpangsari jarak tanam 6 m x 2 m = 833 bibit/ha
-Untuk lahan lain yang sudah terisi tanaman, jarak tanam agak jauh atau bisa tersebar.

PERAWATAN TANAMAN

Perawatan tanaman meliputi :
 Penyulaman sampai tahun ketiga
 Pemupukan (urea+SP36) sesuai dengan kemampuan petani. Dilakukan pada tahun pertama dan kedua
 Pembersihan gulma dan perempesan
 Penjarangan I dan II tergantung kondisi tanaman
 Pengecekan jumlah tanaman sisa tegakan
 Pengukuran diameter dan tinggi pohon sampel
 Monitoring hama dan penyakit

PEMBERANTASAN PENYAKIT SENGON

Picture5

MEKANIS
• Menghancurkan pohon yang terserang
• Contoh : memotong bagian cabang atau ranting yang terkena gall kemudian membakar dan menimbun dalam tanah
KIMIAWI
• Dengan injeksi pestisida sistemik dengan bor atau dengan penyemprotan anti jamur
PEMILIHAN LOKASI
• Menghindari lokasi yang mudah terserang gall
• Tanaman yang sudah terserang dimonitor secara intensif secara bersama-sama.

GANGGUAN LAIN

Picture6

Jenis gangguan :
Kijang dan Banteng :
Di daerah-daerah tertentu dapat merusak tanaman
Pakan ternak :
Terutama pada musim kemarau yang sulit pakan biasanya untuk pakan ternak dan ladang gembala
Faktor manusia :
Pencurian kayu untuk bahan bangunan atau dijual,salah satunya penyelesaian adalah dengan pendekatan ke masyarakat
Perubahan iklim :
Perubahan iklim yang tetap dapat mengganggu proses penananaman

PEMANENAN

Pertimbangan :
 Prediksi hasil panen sudah mencapai standart (misalnya jumlah sisa tegakan 300-400 pohon/ha dan volume 150-200 m3/ha‏
 Sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas produksi pabrik
 Pengecekan jumlah tanaman untuk jatah tebang tahunan atau sesuai permintaan pasar
 Rencana penanaman kembali

PENANAMAN KEMBALI

Kebutuhan kayu tanaman untuk bahan baku industri dapat terus meningkat volumenya karena:
1) Pembatasan pemakaian kayu alam
2) Penanaman lebih banyak jenis karena adanya jenis tertentu yang terserang penyakit
3) Pencarian jenis baru untuk alternatif
4) Kompetisi untuk mendapatkan bahan baku yang semakin ketat antar pemakai kayu tanaman
5) Penanaman kembali adalah salah satu langkah untuk mendapatkan ketersediaan bahan baku yang pasti

Translate »