• Seminar Peluang dan Tantangan Ekspor Produk Kayu Ringan ke Pasar Eropa

    WhatsApp Image 2017-03-07 at 16.14.57

    MAGELANG (7/3) – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dan The Germany Import Promotion Desk (IPD) menyelenggarakan “Seminar Peluang dan Tantangan Ekspor Produk Kayu Ringan ke Pasar Eropa” di Magelang. Seminar ini dihadiri oleh Anggota IbcA di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, selain itu Ditjen PEN dan IPD juga bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan kota Magelang untuk mengundang perusahaan-perusahaan sektor kayu ringan lainnya di Magelang.

    Bertempat di Hotel Atria Magelang (7/3), acara yang dimulai pukul 09.00 wib ini mendapat apresiasi yang cukup besar dari para pelaku usaha kayu ringan. Lebih dari 20 pemilik utama perusahaan hadir untuk ikut berpatisipasi dalam acara ini. Seminar ini diagendakan dengan tujuan sebagai upaya pengembangan sektor kayu ringan di Indonesia. Selama ini sebagian besar perusahaan kayu ringan di Indonesia cenderung melakukan ekspor ke negara China saja, sehingga diharapkan dengan seminar ini dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha kayu Indonesia untuk dapat melakukan diversifikasi produk dan masuk ke market Eropa.

    Pembukaan acara dimulai dengan sambutan dari Bp. Marolop Nainggolan selaku Kasubdit Amerika dan Eropa, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan dan Bp. Djoko Budiyono selaku Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang. Kemudian dilanjutkan dengan Presentasi dari Frank Maul dan Johannes Schwegler sebagai narasumber utama dari Import Promotion Desk (IPD).

    IPD akan membantu perusahaan-perusahaan sektor kayu ringan di Indonesia yang memenuhi kriteria dari standart IPD untuk dapat mengembangkan produk mereka di market Eropa. Kriteria tersebut meliputi keterampilan ekspor, UKM, produksi yang berkelanjutan, kualitas produk, komitmen dan berbagai hal lainnya. Bagi perusahaan yang kemudian telah memenuhi kualifikasi tersebut akan dibantu dalam program IPD dalam kurun waktu 3 tahun. Salah satu Perusahaan yang sudah sukses memulai kerjasama dalam program IPD adalah PT. Pinako Rotari Permai yang notabene juga merupakan anggota IbcA. Diharapkan setelah seminar ini berlangsung pabrikan IbcA lainnya juga dapat melangkah mengikuti kisah sukses layaknya PT. Pinako Rotari Permai.

    Kondisi saat ini Jerman adalah negara makmur ekonomi, khususnya industri konstruksi. Orang–orang Jerman mendukung “cara hidup hijau” dan karena itu peluang terbaik untuk konsumsi kayu meningkat drastis. Dilain sisi Indonesia memiliki aneka relevan untuk pasar Jerman khusunya produk ringan (substitusi untuk kayu lunak) yang bisa menjadi produk di masa ke depan. FLEGT dan kerjasama dengan IPD adalah kesempatan besar untuk perdagangan kayu secara berkelanjutan tumbuh antara Indonesia dan Jerman sebagai peluang terbaik untuk perdagangan kayu hijau makmur. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »