• Kepo Hutan: Peta Daring untuk memantau Kebakaran Lahan dan Deforestasi di Indonesia

    1

    Peta ini memuat informasi tentang izin perusahaan dan kaitannya dengan lahan gambut, titik api dan peringatan deforestasi. Dalam upaya mendukung komitmen pemerintah untuk melindungi dan memulihkan kawasan hutan yang terancam atau rusak akibat kebakaran hutan dan lahan gambut,Greenpeace Indonesia meluncurkan platform peta daring bernama ‘Kepo Hutan’. Lewat peta digital masyarakat dapat memantau kebakaran lahan dan deforestasi yang terjadi di Indonesia.

    Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia Teguh Surya mengatakan, “Peta ‘Kepo Hutan’ adalah sebuah peta yang memberi keleluasaan bagi masyarakat luas untuk melihat infomasi terperinci konsesi perusahaan dan bagaimana keterkaitannya terhadap lahan gambut, titik-titik api, dan peringatan deforestasi.”
    Peta daring ‘Kepo Hutan’ dilengkapi dengan 14 lapisan—yang dapat diatur sendiri oleh pengguna. Setiap lapisan memiliki warna masing-masing, yang ketika diaktifkan akan nampak di peta.
    Ke-14 lapisan tersebut meliputi:
    1. Perkebunan Kelapa Sawit
    2. Konsesi Bubur Kertas dan Kayu (IUPHHK-HTI)
    3. Hak Perusahaan Hutan (IUPHHK-HA)
    4. Konsesi Batubara
    5. Habitat Orangutan
    6. Landskap Konservasi Harimau
    7. Tutupan Lahan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
    8. Daerah Moratorium (IMM8)
    9. Peringatan GLAD
    10. Peringatan Pembukaan Lahan Bulanan
    11. Titik Kebakaran Aktif
    “Platform peta baru ini akan mengungkap banyak hal tentang tata kelola hutan Indonesia yang belum sepenuhnya terbuka,” ujar penasihat hukum kebijakan publik Bambang Widjojanto dalam acara peluncuran peta ‘Kepo Hutan’. “Jika saat ini semua orang mendapat akses informasi untuk melihat dari siapa saja hak atas hutan dialihkan, dan kepada siapa hak itu diberikan, peta-peta ini akan mampu mencegah kerugian sumber daya negara yang timbul dari korupsi dalam hal konsesi, dan meningkatkan kepatuhan dalam tata kelola lahan,” imbuh mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ini.
    Peta interaktif ini dirancang menggunakan teknologi open source dari Global Forest Watch, yang mana menyediakan kumpulan data komprehensif dari perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri dan pengusahaan kayu alam, serta izin pertambangan batubara.

    Sumber : National Geographic Indonesia – Konferensi pers peluncuran Peta Kepo Hutan Greepeace. (Nisrina Darnila)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »